1. Berprasangka baik kepada mereka
Karena perbedaan usia, perbedaan status, dan perbedaan latar belakang zaman, maka sangat wajar jika muncul perbedaan cara pandang. Disinilah kita harus empati dengan mereka, ortu kita, bahwa yakin apa yang dilakukannya sebagai perwujudan rasa kasih dan sayangnya kepada kita.
2. Tumbuhkan empati
Bayangkan dengan beban yang sangat besar, ayah kita harus bekerja untuk menafkahi keluarganya. Tumbuhkan empati kita kepadanya, apabila kita berada diposisinya rasanya juga agak pantas kalo "mengekang" anak-anaknya supaya tidak menambah beban bagi dirinya. Itu sebabnya ketika kita berdialog, pastikan menjaga sopan santun dan dengan bahasa yang lembut.
3. Komunikasikan dengan jelas dan sehat
Yakinkan ortu kamu tentang kondisi kamu dalam bahasa komunikasi yang mampu mereka pahami. Pastikan bahwa kamu nggak "main belakang", tapi sampaikan apa adanya kondisi kamu supaya mereka tahu masalahmu.
4. Berani bertanggung jawab
Ini sangat perlu, karena ortu seringkali masih ragu dengan pilihan-pilihan kita. Maka, pastikan dan yakinkan bahwa kita berani bertanggung jawab dengan segala resiko yang bakal kita terima. Dan mintalah nasihat agar ortu kita mau mendukung langkah kita.
5. Tetap berhubungan dengan mereka
Jika kebetulan tak ada kata sepakat dengan ortu kita tentang apa yang kita perbuat, tetaplah berhubungan dengan mereka. Dengan penuh cinta, kasih sayang, dan kesabaran. Kita bisa beda prinsip, tapi tetap menghormati orang tua. Jangan sampai melelahkan hatinya dan berubah pikiran dalam memandang kita.
6. Hormati mereka sepenuh hati
Meski beda prinsip, kita tetap berikan rasa hormat setulusnya, dan sedalam mungkin. Minimal mereka tetap merasa dihargai sebagai orang tua. Siapa tahu, kalo akhirnya orang tua kita juga ikut mendukung apa yang kita lakukan.
7. Jangan pernah sakiti hatinya
saling menghormati, kita juga harus pandai menjaga perasaan hati mereka. Kita tunjukkkan terus rasa kagum kita kepadanya. Sapa mereka setiap hari bahasa-bahasa sopan santun. Hibur mereka dikala mendapat kesusahan. Dengarkan keluhannya.
8. Yakinkan bahwa kita sanggup menjadi baik dan bisa menjadi kebanggan mereka
Yakinkan bahwa kita bisa membantu mereka dan menjadikan mereka bahagia dan bangga dengan apa yang kita lakukan.
9. Tampilkan prestasi yang nyata dan benar
Banyak orang tua yang bahagia dengan apa yang diraih anaknya. Usahakan raih prestasi yang baik-baik dan bermanfaat bagi orang lain yang ada disekitar kita.
10. Pastikan gak ada jarak
Memulai dengan sering mengobrol dengan ortu. Mulai dari hal yang kecil hingga yang besar. Biasakan gak canggung. Komunikasi yang sehat bisa menumbuhkan sikap saling percaya dan saling mendukung.
11. Pelajari kebiasaan ortu
Kalo udah tau kebiasaan ortu, maka kita bisa terus dekat dimulai dari hal-hal yang dikuasainya. Bisa buat bahan obrolan juga, terutama waktu kita memulai pembicaraan.
12. Belajar mengalah
Jangan pernah merasa tinggi dihadapan ortu. Mengalah saja dulu dengan apa yang diinginkan oleh ortu. Ini hanya bentuk penghormatan kepada ortu. Kita harus belajar mengalah dan tatakrama tetap dijaga.
13. Berani dan jujur untuk mengungkapkan keinginan kita
Jangan ragu dan jangan memanipulasi perasaan kamu. Kamu punya hak untuk mengutarakan segala keinginan dan harapan kamu kepada ortu dengan berani dan jujur, karena akan memberi pesan kepada ortu bahwa kita punya hak untuk diperhatikan dan dipedulikan.
14. Sabar menghadapi ortu
Kesabaran seringkali menjadi obat mujarab untuk mengatasi tekanan. Yang harus dillakukan adalah mengalah untuk menang. Tentunya sambil nyari peluang untuk bisa tetap berkomunikasi dengan mereka.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu sebaik-baiknya."(al-Israa':23)
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(al-Israa':24)
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya dengan cara menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, "ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai;berikanlah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (al-Ahqaaf:15)
Kutipan dari buku : Bangkit Dong, SOBAT!
Penulis : O. Solihin
Senin, 13 Desember 2010
Tips Memahami Orang Tua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar